Jenis-jenis Perikatan

Jum'at, 28 Juni 2013 , 02:59:00 WIB - tips

<p>Jenis-jenis Perikatan</p>
ILUSTRASI ISTIMEWA

Perikatan pada dasarnya ditujukan untuk memberikan sesuatu, untuk berbuat sesuatu, atau tidak berbuat sesuatu. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan istilah-istilah tersebut? Berikut ketentuannya:

Pengertian istilah dari jenis perikatan yaitu untuk memberikan sesuatu, untuk berbuat sesuatu, atau tidak berbuat sesuatu tidak ditemukan dalam perundang-undangan. Namun mengenai jenis perikatan ini diberikan batasan-batasan sebagai berikut:

1. Perikatan Memberikan Sesuatu:

- Dalam setiap perikatan untuk memberikan sesuatu, termaktub kewajiban yang debitur (berhutang) untuk menyerahkan harta benda yang bersangkutan dan merawatnya dengan baik, sampai pada saat penyerahan.

- Dalam perikatan untuk memberikan sesuatu, termasuk kewajiban untuk menyerahkan barang yang bersangkutan dan untuk merawatnya sebagai seorang kepala rumah tangga yang baik, sampai saat penyerahan. Luas tidaknya kewajiban debitur tergantung pada persetujuan tertentu.

- Debitur wajib memberi ganti biaya, kerugian dan bunga kepada yang kreditur (berpiutang) bila ia menjadikan dirinya tidak mampu untuk menyerahkan barang itu atau tidak merawatnya dengan sebaikbaiknya untuk menyelamatkannya.

- Pada suatu perikatan untuk memberikan barang tertentu, barang itu menjadi tanggungan kreditur sejak perikatan lahir. Jika debitur lalai untuk menyerahkan barang yang bersangkutan, maka barang itu semenjak perikatan dilakukan, menjadi tanggungannya.

- Debitur dinyatakan Ialai dengan surat perintah, atau dengan akta sejenis itu, atau berdasarkan kekuatan dari perikatan sendiri, yaitu bila perikatan ini mengakibatkan debitur harus dianggap Ialai dengan lewatnya waktu yang ditentukan

2. Perikatan Untuk Berbuat Sesuatu atau Tidak Berbuat Sesuatu:

- Apabila yang debitur (berhutang) tidak memenuhi kewajibannya didalam perikatan untuk berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu, maka diselesaikan dengan memberikan ganti rugi berupa biaya dan bunga.

- Dalam pada itu, yang kreditur (berpiutang) berhak menuntut penghapusan segala sesuatu yang dibuat berlawanan dengan perikatan, dan ia boleh meminta supaya dikuasakan kepada hakim agar menghapus segala sesuatu yang telah dibuat tadi diatas biaya yang berutang, dengan tidak mengurangi hak penggantian biaya rugi dan bunga jika ada alasan untuk itu.

- Bila perikatan itu tidak dilaksanakan, kreditur juga boleh dikuasakan untuk melaksanakan sendiri perikatan itu atas biaya debitur.

- Jika perikatan itu bertujuan untuk tidak berbuat sesuatu, maka pihak mana pun yang berbuat bertentangan dengan perikatan itu, karena pelanggaran itu saja, diwajibkan untuk mengganti biaya, kerugian dan bunga.

Nur Hariandi Tusni, S.H., M.H.

Disclaimer:
Tips hukum ini ditujukan untuk memberikan pengetahuan dan informasi mengenai masalah-masalah yang berkaitan dengan hukum di dalam masyarakat. Penggunaan tips hukum ini tidak ditujukan untuk proses pembuktian di dalam peradilan.

Become a fan! Email! Linkedin! Follow us! Youtube! Google Plus! Pinterest!

Terpopuler

  • Pertanian Indonesia Sedang Sakit, Perlu Pemimpin yang Memahami Petani

    Dia mengatakan, kasus impor beras, daging sapi dan bawang merah menggambarkan pertanian Indonesia sedang sakit. Perekonomian lebih mengutamakan kepentingan penguasa dan pengusaha yang mencari untung sesaat daripada petani yang hidup makin melarat.

  • Kasus JIS Bukan Kejahatan Pidana Biasa

    Reza menilai kasus ini sudah menciptakan ketakutan luar biasa di kalangan orang tua dan keluarga. Karena itu, ia berharap aparat penegak hukum juga harus memandang kasus ini sebagai kejahatan yang luar biasa dengan penanganan yang berani dan lebih progresif.

POLLING

  • Wakil Presiden untuk Jokowi

    Siapakah yang menurut Anda akan menjadi calon wakil presiden yang mendampingi Jokowi?


    Jusuf Kalla
    Muhaimin Iskandar
    Mahfud MD
    Hatta Rajasa
    Gita Wirjawan
    Anis Matta
    Dahlan Iskan
    Rhoma Irama
    Pramono Edhie Wibowo
    Tokoh lain

    security image
    Masukan Kode captcha :