Menjilat ala Fadel, ´Keretakan´ Elite Golkar

Rabu, 06 Maret 2013 , 21:20:30 WIB - Politik

Menjilat ala Fadel, ´Keretakan´ Elite Golkar
Aburizal Bakrie (Golkar.or.id)

GRESNEWS.COM - Partai Golkar dilanda isu politik yang menghujam posisi Ketua Umum Aburizal Bakrie (Ical). Sejumlah politisi senior beringin dikabarkan mengincar posisi Ical.

"Jangan Fadel membuat isu murahan yang terkesan menjilat-jilat," kata Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Leo Nababan kepada Gresnews.com di Jakarta, Rabu (6/3). Fadel yang dimaksud adalah Wakil Ketua Umum Partai Golkar Fadel Muhammad yang diberitakan menghembuskan isu empat politisi Golkar yaitu Agung Laksono, Priyo Budi Santoso, Ade Komaruddin, dan Sharif Cicip Sutarjo bermanuver mengincar posisi ketua umum.

Agung dan Cicip saat ini menjabat wakil ketua umum. Ade menjabat ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Jawa I. Priyo menjabat ketua Bidang Hubungan Legislatif dan Lembaga Politik

Leo menegaskan, Partai Golkar adalah partai yang sudah matang dan memiliki agenda kepartaian yang jelas. "Jadi masih jauh itu soal pergantian ketua umum," kata Leo.

Dimintai pendapat secara terpisah, pengamat politik dari Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengatakan isu pergantian ketua umum jelas akan merugikan Golkar. "Apalagi saat ini Golkar fokus menghadapi Pemilu 2014 yang ketua umumnya maju sebagai capres," kata Siti kepada Gresnews.com, Rabu (6/3).

Siti mengatakan isu pergantian ketua umum itu juga akan mendelegitimasi Ical sebagai calon presiden. "Partai Golkar juga akan kehilangan kredibilitasnya," ujarnya.

Selasa lalu, Ical mengatakan target perolehan suara Golkar pada Pemilu 2014 adalah 19 juta suara, naik dari perolehan 2009 sebanyak 14,6 juta. Perhitungannya, di daerah bisa kumpulkan 5.000 pemilih sampai 15 juta lalu ditambah di DPR 106 anggota dan setiap mereka bisa kumpulkan 50 ribu suara untuk memilih Partai Golkar maka sudah ada 5 juta suara.

Ical juga menegaskan belum saatnya Golkar membicarakan siapa yang pantas menduduki kursi ketua umum. Kata Ical, tahun ini adalah tahun pemantapan dan Ical menekankan pentingnya penguatan opini Golkar di publik. Tahun 2014 adalah tahun kemenangan bagi Golkar dan 2015 adalah tahun evaluasi. Pada 2015, Golkar akan mengadakan musyawarah nasional untuk memilih ketua umum baru.

Sementara itu, Indra Jaya Piliang dari Departemen Kajian Kebijakan Golkar dalam salah satu artikelnya, Juli tahun lalu, pernah menyatakan sekalipun terdapat sejumlah 'tim sukses' dalam proses pencalonan ARB (Aburizal Bakrie), itu pun sah-sah saja. Sebagian besar tim-tim itu adalah bentuk dari partisipasi politik, berdasarkan pelajaran dalam dua kali pilpres sebelumnya.

"Partai Golkar dianggap mengalami 'keretakan' di kalangan elite selama Pilpres 2004 dan Pilpres 2009. Sedini mungkin, proses politik yang sekarang adalah bagian dari usaha menghindari itu," tulisnya. (DED/GN-01)

Reporter : Dedy Kusnaedi

Become a fan! Email! Linkedin! Follow us! Youtube! Google Plus! Pinterest!

POLLING